Rabu, 08 Agustus 2012

Hadiah

Dini dan Dono adalah pasangan baru yang hidupnya pas-pasan. Bak dongeng, meski kondisi kesehariannya sederhana, mereka mengaku kaya akan cinta. Tak mau kalah dengan gaya hidup orang kota besar,hari valentine juga mereka rayakan dengan saling membari kado. Semula Dini ragu hadiah apa yang akan diberikan untuk suaminya. Akhirnya diputuskan rantai arloji tangan untuk menggantikan milik suaminya yang sudah putus. Lantaran tak punya uang, Dini memilih jalan nekad. Ia sengaja memotong rambutnya yang panjang sampai lutut dan menjualnya. Dari hasil penjualan rambutnya itulah dini berhasil membeli rantai arloji.

Wanita semampai ini pulang ke rumah dengan penuh harap Dono pasti senang karena arloji satu-satunya hadiah perkawinan yang masih tersisa akan bisa dipakai lagi. Padahal sesungguhnya hatinya gundah. Selama ini Dono amat mengagumi rambutnya yang panjang dan indah itu. Kecewakah Dono lantaran ia memotong rambutnya?

Dini terkejut mendapati sang suami sudah pulang terlebih dahulu dan menunggunya diruang tamu. Tangan Dono menggenggam bungkusan kado yang siap diberikan kepada sang istri tercinta. Sesaat ia terkesima melihat rambut istrinya yang terpotong pendek. Meski tak berbicara sepatah kata pun, wajah pria ini menyiratkan rasa kecewa. Ia lantas menyodorkan hadiahnya ke hadapan sang istri. Ketika membuka kado itu, mata Dini terbelalak. Sekejab air matanya berlinangan. Di dalam kotak tampak sisir lipat model baru warna perak, sangat cocok untuk rambut panjangnya. Sebaliknya, begitu Doo membuka dan melihat hadiah dari sang istri, ia terperangah. Oh! Sebuah rantai jam cantik berlapis emas, cocok untuk arlojinya. Sesaat kemudian Dini mengatahui bahwa Dono telah menggadaikan arlojinya agar mendapatkan uang untuk membali sisir untuk istrinya.

Renungan:
Ralph Waldo Emerson, pengarang dan filusuf keamanan AS pernah mengatakan, “Cincin dan permata bukanlah hadian, tapi hanya apologia dari sebuah hadiah. Karena hadiah sejati yang mestinya kau berikan adalah bagian dari dirimu.

Terkadang kita berpikir bahwa membarikan suatu hadiah dapat membuat pasangan bahagia. Tapi ketahuilah, hadiah yang jauh lebih bernilai adalah kasih dan kesetiaan.

30 komentar:

  1. sampe terkesima saya bacanya ,,,

    BalasHapus
  2. Kenapa namanya diganti jadi Dini dan Dono, sih? dan kenapa gak disebut judul asli cerpennya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dini dan Dono itu memang sudah dari sananya mbak
      Dan judul asli cerpen ini memang hadiah, yah begitulah yang tertulis dalam majalah inti sari.

      Hapus
    2. Padahal ini aslinya novel barat, lho (saya lupa nama tokoh2nya), cerita tentang hadiah natal. Berarti Intisari yang nggak nyebutin sumber cerita yang disadur, ya. Hmm...

      Hapus
    3. yah bisa dibilang begitu ...
      Kalau boleh tau, apa yah nama novelnya ?

      Hapus
  3. sangat menginspirasi dan mengharukan sobat, salam sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. cocok buat anak muda sekarang :D

      Hapus
  4. saya ikut yang lain... :D karna blum pernah baca.. :D

    BalasHapus
  5. Waaaah banget ceritanya !
    pasangan yang belum beruntung :)

    BalasHapus
  6. wah ceritanya mengharukan sedikit yah ,, padahal istri mengorbankan rambutnya untuk kado suaminya, dan sebaliknya ,, aduh2 ,,, tuh kisah selanjutnya gimana gan ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. serba salah yah :/
      daripada begitu mendingan apa adanya aja ...

      Hapus
  7. datang membawa semangat dan senyuman buat rupi-adam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. w00t ...
      Ente cowok kan ?
      Maaf saya normal :B

      Hapus
  8. hiks hiks, sedih bacanya gan. romantis bnget,,,

    BalasHapus
  9. wah kurang kompak tampaknya pasangan ini, kurang komunikasi juga ya? betulkah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. niatnya ingin memberikan kejutan, tetapi malah dikejutkan ...

      Hapus
  10. Tapi saya rasa Dini akan sangat bangga pada Dono karena telah rela berkorban demi sebuah sisir untuk Dini. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. T.T
      yup, bener banget
      kapan yah punya istri xD

      Hapus
  11. Subhanallah.. akhirnya semua hadiah yang saling mereka berikan tidak dapat digunakan. wah wah wah.. namun himahna mantep banget :D

    BalasHapus
  12. wah mau saling memberi kebahagiaan ya. ehm, akhirnya sama sama kecewa. tapi emang bner, hadiah yang paling utama adalah kasih sayang.

    btw ganti baju ya, jadi semakin ramping dan rapih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi
      maklum suasana lebaran, jadi harus ganti baju deh :D

      Hapus
  13. Balasan
    1. o.O
      saya bukan penjaga konter mas xD

      Hapus

Dilarang keras:

1. Memancing keributan
2. Flaming
3. Spamming
4. Out of topic
5. Junk
6. Berkata kotor, kasar, menghina orang lain
7. Menghina agama
8. Memasang link hidup

Berkomentar, follow blog saya dan saya lakukan hal serupa dengan blog anda
Budayakan komentar berbobot !